Persepsi merupakan peristiwa Psikologi, dimana individu mengartikan stimulus yang diterima oleh indera. Intensi sendiri sapat diartikan sebagai niat, yang mana proses pemunculannya didahului oleh peristiwa – peristiwa psikologis. Sedangkan pamor merupakan bahan pembuat keris, yang pada akhirnya menjadi ornamen yang sangat indah pada lapisan keris. pamor sendiri bisa menjadi sign akan manfaat atau kandungan makna sebuah keris, juga bahasa empu dalam mengekspresikan karyanya.
Hipotesa yang bisa diambil, ada hubungan antara persepsi terhadap pamor dengan intensi untuk memiliki keris. saat individu menstimulus keris yang dilihatnya maka akan timbul persepsi. Persepsi tersebut akan berbeda antara individu satu dengan lainnya. Hal ini mengarah pada kodrat manusia yaitu perbedaan individu (Individual Differences).
Garis – garis pamor akan dipersepsikan secara berbeda, antara pamor rekan (miring & mlumah) ataupun dengan pamor yang tiban. Garis – garis yang lurus dan tegas mengungkap kepribadian bahwa individu tersebut memiliki kematangan, ketegasan dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, terkesan kaku. sedangkan untuk garis bergelombang, seperti pamor Beras Wutah atau ngulit semongko akan mengungkap kepribadian individu yang mudah bergaul, gampang terpengaruh dan kurang matang.
Persepsi yang berbeda terhadap pamor, akan memengaruhi tingkat kesenangan terhadap keris. Ini akan berpengaruh dalam pemilihan koleksi keris. Akan tetapi hal ini tidak akan berlaku jika dalam memilih keris berdasar pada koleksi yang belum dimiliki, atau pertimbangan – pertimbangan teknis non psikologis.
Popularity: 22%
Related posts: