Keris Pamor keleng biasa juga disebut dengan keris pangawak waja . Dalam keris keleng ini tidak nampak pamor putih seperti halnya keris-keris lain. keris ini jika diwarangi hanya terlihat hitam kehijauan, kebiruan atau keabu-abuan. Kadang dalam masih terlihat sedikit warna pamor sanak, akan tetapi banyak yang mengatakan warna tersebut muncul akibat dari lipatan besi. terlepas dari hal-hal tersebut, justru keris keleng ini banyak memiliki keistimewaan. Penempaan keris ini biasanya sangat matang, sehingga memiliki pesona tersendiri bagi penikmat tosan aji.
keris keleng lebih mengutamakan kematangan tempa juga kesempurnaan garap. Garap di sini yang dimaksud adalah meliputi keindahan bentuk bilah, termasuk di dalamnya ricikan. Keris Keleng juga bisa menjadi bahasa untuk memahami tingkat kematangan Si Empu, secara lahir maupun batin. Secara lahir bisa dilihat kesanggupan Si empu dalam mengolah besi untuk menjadi matang dan presisi. Dalam penggarapan keris tersebut juga dibutuhkan kecermatan dan kedalaman batin.
Kedalaman batin Empu diterjemahkan dalam pamor yang hitam polos tidak bergambar. Empu sudah menep (mengendap) dari keinginan nafsu duniawi. makna yang disampaikan harus diterjemahkan dengan kedalaman rasa yang bersahaja. Efek yang ditimbulkan dari sugesti terhadap keris keleng tersebut adalah, bahwa keris tersebut mampu menjadi tolak bala. Ada juga yang beranggapan bahwa keris keleng tersebut memiliki kekuatan secara isoteri lebih multifungsi, dibanding dengan keris yang berpamor. Terlepas dari itu semua keris tersebut adalah hasil karya, yang sangat sulit untuk dikesampingkan begitu saja.
Popularity: 34%
Related posts:
Ya, saya sangat setuju dng pernyataan si atas, Keris adalah maha karya nenek moyang kita, sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda melstarikanya, nguri-nguri melu nduweni, sebagai salah satu keajaiban dunia warisan budaya..
Sayangnya, banyak “empu” yang silau akan harta dan nafsu duniawi. Sebuah maha karya hanya dinilai dengan besarnya “uang” atau “mahar”.
Keris yang besar maharnya atau tinggi harganya sebenarnya tidak ada apa-apanya, bukan “Maha Karya” tetapi sebilah logam yang di “perebutkan” dan “dikuasai” oleh orang orang.
betul,lantas harus dengan apa lagi,mohon petunjuknya
Mas/mbak untuk yang pamor keleng itu maharnya brapa? tanggungnya apa dan untuk yang tilam upih beras wutah maharnya brapa?
untuk yg keleng ini koleksi pribadi.untuk beras wutah bisa langsung hubungi kontak di 085878385354
mungkin untuk keris keleng yg lain sy bissa membantu mencarikannya
mau nyanya nih sama simbah, sy punya keris luk 13 hitam kelam tak ada warna lain, ada ornamen harimau sedang duduk mencangkung, dan keris itu selalu basah sendiri serta selalu wangi mesti sudah kami basuh sampai kering, besoknya pasti basah lagi (basah lengket seperti bibit minyak sajadah)apa jenis atau nama keris ini mbah.. trims. banget
begini cucuku…kemungkinan wanginya disebabkan minyak yg dipakai dulunya berkualitas wahid….untuk keris yg telah diwarangi dan warnanya tetap hitam disebut keleng atau pangawak waja (BAJA).untuk info lainya boleh kirim foto ke ganjairas@yahoo.co.id.akan saya bantu semampu saya
tlng…? informasi harganya???
to: numura….!!! di dunia ini gak ada yang gratisan, apa lagi si empu membuat kerisnya dengan tenaga, pikiran/olah rasa termasuk lelaku yang kita sendiri belum tentu sanggup untuk membuatnya. jadi wajar kalau diberi harga/ mahar yang sesuai…!~!!
so jangan usil, …!!!!