Pamor Tejo Kinurung sering juga disebut juga dengan Pamor Adeg Wengkon. Pamor ini memiliki dua tehnik penempatan, yaitu Pamor miring dan mlumah. Pamor mlumah untuk wengkon dan pamor miring untuk adegnya. Akan tetapi ada juga pamor ini memakai teknik pamor miring semua.
Pamor Teja Kinurung telihat sangat minimalis, akan tetapi memiliki kesulitan penggarapan yang sangat tinggi. Kesederhanaan dari pamor Teja Kinurung memiki pancaran aura yang sangat misterius. Pamor ini banyak mengandung makna-makna yang masih sangat perlu dieksplor, dan pamor ini cukup banyak memiliki penggemar.
Pamor adeg memiliki makna akan harapan Sang Empu, bahwa Si Perawat keris akan diharapkan memiki keteguhan jiwa, mampu “Berdiri Tegak”. Si perawat keris diharapkan juga untuk memiliki jalan hidup yang lebih lurus, untuk kualitas kehidupan transendentalnya.
Secara psikologis orang yang menyukai garis lurus sering diartikan sebagai kemampuan individu untuk berfikir secara logis, juga dapat diartikan memiliki kematangan jiwa atau emosional, yang juga ditafsirkan bahwa individu tersebut memiliki kemampuan relationship yang baik.
Untuk pamor wengkon sendiri memiliki makna sebagai perlindungan, dari mara bahaya, secara kast mata maupun ghaib. Ada juga yang mengartikan sebagai harapan Sang Empu agar Si perawat keris akan mampu untuk hidup lebih hemat, berhati-hati untuk membelanjakan hartanya.
Dalam perkembanganya Keris pusaka berpamor teja kinurung bayak disukai oleh pejabat atau pegawai pada sektor-sektor formal, sabagai misal pegawai negeri. Akan tetapi menurut saya pamor adeg wengkon juga cocok dimiliki siapapun, tidak memiliki batasan sosial.
Hal ini dikarenakan pamor ini selain memiliki kekutan tolak, juga memiliki makna manfaat yang lebih luas lagi. Bukannya doa Sang Empu tidak cuma terbatas akan hal-hal tersebut? Masih banyak misteri yang perlu untuk diungkap lagi.
Popularity: 30%
Related posts: